Puisi kemasyhuran
Aku membubuhkan goresan dipantai ketika air surut,
Menitipkan seluruh akal dan jiwa.
Kutengok kembali ketika air pasang,
Lalu kubaca,
Ternyata aku tidak menemukan apa2 dipantai itu,
Selain kebodohanku.
Khalil Gibran,
(Musik Dahaga Jiwa, hal: 144)
Filed under: Poetry , Kemasyhuran, Khalil Gibran, Puisi
Lelah ku berbatas Peluh
Luka ku berbatas Perih
Hayal ku berbatas Sadar
Mimpi ku berbatas Bangun
Sedih ku berbatas Tangis
Sabar ku berbatas marah
Dan Suara ku berbatas Telinga
Filed under: Poetry , Batas
Aku tenggelam kedasar relung jiwaku,
Sementara anganku mengembara terbang,
Melintasi dunia khayalan,
Ketika cinta berbisik ditelingaku,
Aku merasa dunia ini seakan hampa,
Cinta yang kemarin menggema,
Bagaikan kembang yang rindang dibibir kehidupan,
Tapi sekarang menjadi rahasia didalam pelukan bumi…
*via sms by Teddy Teknik UM
Filed under: Poetry , Sms, Teddy, Teknik UM
April 10, 2009 • 11:48 pm
Detik detik terus berlalu,
Menyusul menit menit itu,
Kemudian jam demi jam,
Berubah menjadi hari demi hari,
Bulan bulan pun tak mau kalah,
Berpabu hingga berakhir tahun demi tahun,.
Filed under: Poetry , Waktu
Alahamdulilah,
Mutiara cinta yg indah itu sudah bersama aLe,
Dan beberapa bulan lagi mutiara kecil akan hadir,
Semakin menambah kilau kebahagiaan kami,
Terima kasih Tuhan,.
Filed under: Poetry , Cinta, Mutiara
Selamat bermimpi yang indah
Selamat berjumpa esok hari yang lebih baik
Filed under: Poetry , Selamat, Tidur
Siang
Malam
Pagi lagi
Siang lagi
Malam lagi
Begitu seterusnya
Pertanyaannya
Hal baik apa yg sdh kau lakukan
Setiap melewati perputaran itu?
Filed under: Poetry , Malam, Pagi, Siang
Komentar Terakhir